Terisolir, tak Surutkan Pemerintah Kampung Sungai Burung Bangun Infrastruktur

Tulangbawang, BP.id
Meski harus menelan anggaran yang cukup tinggi untuk biaya pembangunan, dan beberapa kali harus transit matrial pembangunan infrastruktur Kampung Sungai Burung, di Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, tidak jadi penghalang bagi pemerintah kampung guna melaksanakan pembangunan yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD)

Dikatakan Asnur Alamsyah, Kepala Kampung Sungai Burung saat ditemui di kediamannya belum lama ini, pembangunan infrastruktur Kampung Sungai Burung yang bersumber dari ADD dikelola secara partisipatif dikarenakan melibatkan peran serta masyarakat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pembangunan mengarah pada terwujudnya kemandirian kampung dikarenakan kegiatan pembangunan infrastruktur menggunakan ADD wajib diswakelola oleh kampung dengan mendayagunakan sumber daya manusia dengan kata lain padat karya.

“Artinya, disini seluruh pengguna dan realisasi pengelolaan dana ADD sudah melalui tahapan dan regulasi sesuai dengan Peraturan Kementerian Desa dan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang kemudian masyarakat juga sudah melalui Musrembang kampung guna menentukan program pembangunan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terang Asnur.

Masih kata Asnur, pada tahun 2019 Kampung Sungai Burung memperoleh dana ADD dengan total sebesar Rp1.826.426.759 dengan rincian alokasi Dana Desa (DD) Rp 1.385.494.884, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp382.400.000, Pendapatan asli kampung Rp1.352.875.

“Kemudian untuk kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kampung Sungai Burung yakni penyelenggaraan pemerintahan desa Rp435.127.884, pelaksanaan pembangunan desa Rp1.148.245.103, pembinaan masyarakat desa Rp57.006.875, pemberdayaan masyarakat desa Rp112.000.000, pembiayaan Rp84.046.897,” bebernya.

“Alhamdulillah melalui anggaran ADD masyarakat sudah dapat menikmati pembangunan infrastruktur yang sudah terbangun pada tahun 2019 lalu seperti jerambah beton, kemudian sumur bor yang semuanya dibangun menggunakan anggaran dana desa,” jelasnya.

Perlu diketahui, pembangunan infrastruktur di Kampung Sungai Burung berbeda dengan pembangunan infrastruktur di darat, dimana jarak tempuh dan medan yang dilalui sangat sulit jauhnya, jarak tempuh toko matrial ke kampung pemerintah kampung harus menyediakan anggaran yang cukup besar agar matrial sampai ke tujuan,” paparnya.

Asnur juga menambahkan, kondisi pembangunan infrastruktur di atas permukaan air laut dan lahan gambut, membuat pemerintah kampung harus bekerja keras dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dalam hal ini saya berharap kepada masyarakat Sungai Burung dapat merawat hasil pembangunan infrastruktur agar dapat bertahan lama hingga anak cucu kelak, patut bersyukur 150 km jarak Kampung Sungai Burung dengan pusat Pemkab Tulangbawang dapat dinikmati kendati menjadi kampung paling ujung dan terisolir,” pungkasnya. (riswan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 2