Silaturahmi Dengan Penggemar Kopi, Mas Frans Tahu Apa Yang Dibutuhkan Kota Metro

Metro, BP.id
Fritz Akhmad Nuzir, yang biasa dipanggil Mas Fran, mengaku karena kecintaannya kepada Kota Metro-lah yang membuatnya mencalonkan diri sebagai wakil Walikota Metro. Hal itu disampaikan Fran saat ngobrol santai sekaligus silaturahmi dengan penggemar kopi WAW, di Cafe kopi WAW, Rabu (8/1/2020).

“Pencalonan saya sebagai Wakil Walikota ini adalah insisiatif saya sendiri, panggilan hati karena kecintaan saya terhadap Kota Metro, kota kelahiran saya. Walaupun saya tidak tumbuh dan besar di Kota Metro, tapi saya tahu sekali apa yang dibutuhkan oleh Kota Metro,” ujar alumni Universitas Gadjah Mada itu.

Bacaan Lainnya

Pria lulusan Master of Landscape Architecture Program, Anhalt University of Applied Sciences, Bernburg, Jerman ini mengaku, tidak menutup kemungkinan akan mengikuti penjaringan Walikota dan Wakil Walikota dari partai politik.

“Komunikasi dan sosialisasi, baik dengan parpol maupun masyarakat terus kita kerjakan. Kita (tim) juga sudah membentuk relawan dan akan terus memperkuat diri untuk menyampaikan visi dan misi nantinya,” jelas Fran.

Ia menjelaskan, Visi itu adalah terwujudnya “METRO KITA 2025″ Yaitu, Terwujudnya kota Metro dengan Masyarakat yang edukatif, Ekonomi kreatif yang mandiri, Transportasi umum yang inklusif, Kota Metro memiliki ruang terbuka publik yang hijau, dan Obyek wisata yang terpadu melalui pembangunan berkelanjuta yang menjunjung nilai-nilai Kerjasama, Inovasi, Teknologi, dan Adab pada puncaknya di tahun 2025.

Selain itu, pria berpenampilan sederhana itu juga menjelaskan lima Misi yang ingin ia wujutkan di Kota Metro, Yaitu 1.Membangun dan mengelola ruang-ruang terbuka publik untuk dapat digunakan sebagai media kreativitas komunitas, sarana rekreasi warga, wadah aktivitas sosial, kawasan hijau kota dan mitigasi bencana. 2.Membangun sistem transportasi umum yang ramah anak dan difabel mulai dari area pejalan kaki sampai dengan jalur kendaraan dan angkutan umum yang terpadu, dengan berbasis Transit Oriented Development (Pembangunan Berorientasi Transit). 3.Menerapkan prinsip Circular Economy (Ekonomi Lingkaran) yang mengedepankan potensi sumber daya masyarakat setempat, pelestarian lingkungan, aktivitas pendidikan dan usaha kreatif, serta pariwisata yang berbasis kegiatan pertemuan dan atraksi seni dan budaya. 4.Mengembangkan jejaring dan kerjasama dengan pelbagai pemangku kepentingan dalam skala nasional, regional dan internasional, guna memperluas wacana dan metode pembangunan kota serta mempercepat tercapainya visi dan misi. 5.Meningkatkan sarana dan prasarana perkotaan serta pelayanan publik yang berkualitas, berdaya saing, profesional, sesuai dengan perkembangan teknologi dan sistem informasi, mulai dari administrasi kependudukan sampai dengan pengelolaan sampah perkotaan.

Sementara itu, terkait anggapan masyarakat bahwa ia mendompleng nama besar ayahnya Hi.Loekman Hakim ( mantan walikota metro dua priode), pria kelahiran Metro,10 Juli 1982 itu menjelaskan.

”Secara pribadi saya tidak pernah mengandalkan orangtua dalam berkarir dimana saja, semua itu saya dapat dari usaha saya sendiri,” katanya.

Terlepas dari itu semua, Frans juga tidak mengingkari nama besar ayahnya berperan dalam dunia politik yang digelutinya saat ini. (gina)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 4 =