Pemkab Tuba Gelar Talkshow Peningkatan Budaya Gemar Membaca

Tulangbawang, BP. id
Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten ke-23, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar langsung talk show peningkatan budaya gemar membaca dalam membangun SDM berkualitas dan unggul menuju Indonesia maju. Acara berlangsung di GSG Menggala, Rabu (4/3/2020).

Selain talkshow, digelar pula pengukuhan Bupati Tulangbawang Hj. Winarti sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tulangbawang periode 2020-2023, dan read me a book bagi anak usia 3-13 tahun serta lomba bercerita siswa SD atau MI se-Kabupaten Tulangbawang tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Dan kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando, yang didampingi juga Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung Ferinia, Bupati Tulangbawang Hj.Winarti, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Tulangbawang Syarif Ali serta para unsur Forkopimda lainnya di lingkup pemerintah setempat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulangbawang, Syarif Ali saat laporannya mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Tulangbawang yang ke-23, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar langsung berbagai kegiatan yang ada di pusat yang dialokasikan langsung di Kabupaten Tulangbawang salah satunya talkshow dan pengukuhan Bupati Tulangbawang Hj. Winarti sebagai Bunda Literasi.

“Rasa terima kasih kami ucapkan atas kedatangan Kepala Perpustakaan Nasional RI Bapak M Syarif Bando, yang telah mengalokasikan programnya di Tulangbawang, salah satunya kegiatan pada hari ini, semoga kedepannya program Perpustakaan Nasional RI dapat kembali digelar di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando mengatakan sangat bangga bisa diterima di Tulangbawang dengan baik, untuk bersama-sama meyakinkan dan memantapkan apa yang menjadi prioritas pemerintah pusat saat ini, yaitu dalam pembangunan SDM yang berkualitas dan unggul ke depannya.

“Karena Indonesia tidak kekurangan orang-orang pintar, baik dalam hal teknologi, otomotif dan banyak lainnya, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan suatu hal baru dengan SDM yang ada dengan sebaik mungkin, ini paradigma yang harus dirubah dalam kehidupan bersama,” ucapnya.

Lanjutnya, perpustakaan di belahan dunia maju adalah jantung dari dunia pendidikan, yang mengajarkan tentang banyaknya ilmu pendidikan didunia yang salah satunya terangkum dalam sebuah buku.

“Ini tugas kita bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di kabupaten yang berjuluk sai bumi nengah nyappur ini, saya juga ucapkan terimakasih kepada Bupati Tulangbawang yang ikut serta berpartisipasi untuk menjadi Bunda Literasi, karena ke depan akan menjadi tugas ibu Bupati dalam mengembangkan minat baca dalam dunia pendidikan di Tulangbawang sebaik mungkin,” tandasnya.

Bupati yang juga selaku Bunda Literasi saat sambutannya mengatakan, sangat yakin di tangan bapak/ibu guru sekalian, serta dengan semangat para guru yang luar biasa dalam membangun dunia pendidikan di Tulangbawang program minat baca dapat berjalan dengan baik sebagaimana diharapkan bersama.

Ia juga menjelaskan, membangun fisik adalah tugas kepala daerah, salah satunya dalam mempersiapkan pelayanan publik yang ada, namun, disini juga bagaimana menciptakan kondisi bergotong royong dengan pemerintah pusat dan provinsi, maka dari itu dalam memajukan itu semua dengan seluruh elemen yang ada sudah tergabung dalam 25 program yang saat ini sudah berjalan di Tulangbawang.

“Hari ini saya mendapatkan apresiasi yang tinggi dengan hadirnya Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Bapak Muhammad Syarif Bando di Tulangbawang, yang layak menjadi kabupaten yang cerdas dan unggul,” tutur Winarti.

“Kita juga akan mengimplemantasikan belajar dalam aplikasi online yang sudah disebutkan Pak M Syarif Bando salah satunya dalam hal belajar gemar membaca cerita, pendidikan perkembangan di Indonesia, maka mari kita bersama bergotong royong dalam membangun dunia pendidikan di kabupaten yang berjuluk sai bumi nengah nyappur ini,” ajaknya. (can/ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

58 − 49 =