Pemdes Sungai Sidang Terus Upaya Terus Berupaya Cegah Penularan Covid-19

Tulang Bawang (Bongkarpost)- Pemerintahan Desa Sungai Sidang berupaya mencegah penularan Coronavirus disease 2019 (Covid-19) dengan memperketat pengawasan dan pemantauan warga masyarakat yang datang dari kota lain, juga menyiapkan tempat karantina mandiri sebagai tempat isolasi apabila ada warga pendatang dari daerah atau kota lain.

Menurut penjelasan Gunamardi Kepala Desa Sungai sidang, dari awal terjadinya pandemi Covid-19 dan sesudah adanya petunjuk dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji untuk mencegah penularannya, kami sudah siapkan tempat karantina apabila ada warga masyarakat yang datang dari daerah lain atau kota lain, dengan tujuan mencegah penularan serta agar mudah pengawasannya.

Bacaan Lainnya

“Tempat karantina mandiri kami siapkan di Gedung Sekolah Taman Kanak- kanak (TK) yang terletak di RT.04 RK.04, kami bersyukur sampai sekarang warga masyarakatnya belum ada yang dikarantina,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bersama aparatur desa yang lain dan di bantu bapak Babinsa bergotong royong pembersihan tempat karantina mandiri, karena sudah kotor dan banyak ditumbuhi rambut.

Sertu Budiman, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 426-03 Rawajitu, Kodim 0426 Tulang Bawang, kepada awak media mengatakan, sebagai Babinsa dirinya merasa senang karena warga binaanya yang ada di Desa Sungai Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara tidak ada yang terpapar Covid-19, bahkan warga yang dari tempat lain atau datang dari kota lain sampai hari ini tidak ada, sehingga tempat karantina yang sudah disiapkan belum pernah dipakai, dirinya berharap jangan pernah terpakai.

“Kami bersama aparat desa hari ini bersama- sama membersihkan gedung TK tempat karantina yang sudah disiapkan dua bulan yang lalu,” ungkapnya.

“Selaku Babinsa dirinya menghimbau kepada warga Desa Sungai Sidang, walaupun sampai hari ini tidak ada yang terpapar Covid-19, tapi kita tidak boleh lengah, kita harus tetap laksanakan protokol kesehatan, agar predikat “0” terpapar Covid-19 yang ada di desa ini tetap terjaga dan bisa dipertahankan,” pungkasnya. (Can/Ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 36 = 46