Lambar Bebas Anthrax

Almaarif

Lampung Barat, BP
Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bersih dari penyakit Anthraks yang merupakan penyakit berbahaya yang dapat ditularkan oleh hewan ke manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan di Dinas Perkebunan dan Perternakan (Disbunnak) Lambar, Almaarif, Selasa (26/11/2019).

Dikatakan Almaarif, Anthraks adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Dimana, penyakit ini dapat ditularkan hewan kepada manusia. Meski demikian, pihaknya mengklaim Lambar bersih dari penyakit tersebut.

Bacaan Lainnya

“Lambar masih aman dari penyakit hewan berbahaya. Belum pernah ditemukan kasus penularan penyakit oleh hewan kemanusia,” katanya.

Meski demikian, lanjut Almaarif, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya rutin melakukan monitoring pemeriksaan ternak milik warga. Selain pemeriksaan fisik, pihaknya juga melakukan penyuluhan terhadap pemilik ternak.

Walapun dalam pemeriksaan tersebut masih ditemukan ternak yang sakit, akan tetapi masih dalam kondisi tidak berbahaya. “Masih ditemukan hewan yang sakit, tapi bukan penyakit berbahaya,” katanya lagi.

Masih kata Almaarif, kasus penyakit hewan peliharaan kaki empat yang sering ditemukan di Lambar yakni, skabies, cacing dan demam. Meski demikian, penyakit tersebut masih masuk katagori penyakit tidak berbahaya untuk manusia. Dimana, penyakit tersebut masih dapat diobati.

“Penyakit ini diakibatkan dari pola makan ternak itu sendiri. Dimana, makana ternak terdapati larva cacing,” ucapnya.
Dengan itu, pihaknya menyarankan para peternak, agar tidak meruput pada pagi hari. Hal ini untuk menghindari larva cacing menempel di rumpun yang akan dikomsumsi oleh ternak.

“Pengambilan rumput disarankan jangan pagi hari. Dimana, waktu pagi hari masih banyak larva caving yang menempel dirumput,” katanya.

Masih kata Almaarif, selain monitoring rutin pihaknya kini telah mengoperasikan 4 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di 4 kecamatan. Yakni, di Kecamatan Way Tenong, Gedung Surian, Batu ketulis dan Balik Bukit.

“Kita sudah sediakan Puskeswan meski baru di 4 kecamatan, bila ada ternak dan peliharaan warga yang sakit bisa dibawa ke puskeswan,” katanya. (wahyu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 5