Kantor Desa bak Kuburan, Proyek DD Sukajaya Lempasing Dipertanyakan

Pesawaran, BP.id
Kantor Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, tampak seperti bangunan kosong. Pasalnya, pagar dan pintu kantor seringkali dalam keadaan tertutup ketimbang terbuka melayani masyarakat. Kantor sepi bak kuburan.

Masyarakat Desa Sukajaya Lempasing, kerap mengeluhkan kinerja aparat desa setempat. Lantaran kantor desa selalu lebih banyak tutup ketimbang buka, dan bekerja melayani masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kantor desa berpagar teralis besi hitam dan berdinding biru ini, memang tampak selalu dalam keadaan tertutup dan sepi. Tidak seorang pegawai pun yang datang berkantor. Bahkan kendaraan pun tidak pernah ada yang terparkir di depan halaman kantor.

Kondisi jalan rabat beton

Saat Bongkarpost.id hendak mengkonfirmasi soal pekerjaan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 lalu, yang diduga dikerjakan tak sesuai spek, Kantor Desa dalam keadaan terkunci rapat. Padahal, waktu masih menunjukan jam kerja pegawai.

Kondisi kantor desa yang seperti ini, terjadi jauh sebelum merebaknya Virus Corona. Hal ini menyebabkan pelayanan di Kantor Desa tidak optimal, dan kerap dikeluhkan masyarakat. Termasuk awak media yang hendak konfirmasi terkait temuan berita di lapangan.

Salah seorang warga desa yang tinggal berdekatan dengan lokasi kantor membenarkan, jika kondisi kantor desa kerap tutup. Tidak ada pegawai termasuk Kepala Desa dan pamong desa yang masuk kantor.

“Ya kantor itu sering tutup, jarang buka, pelayanan kepada warga juga terkendala, saya juga tidak tahu kenapa,” ujar ibu rumah tangga ini.

Warga lain pun mengamini apa yang dikatakan ibu rumah tangga tersebut. Warga ini pun kerap melihat kondisi kantor yang selalu tertutup. “Ya benar mas, memang tutup terus kantor desa ini,” ucap pria paruh baya, saat Bongkarpost.id hendak konfirmasi terkait jalan rabat beton, namun tidak ada satupun pamong desa yang berkantor, beberapa waktu lalu.

Bahkan, pada Kamis (26/3/2020), untuk kesekian kalinya Bongkarpost.id menyambangi kantor desa tersebut, masih juga dalam keadaan tertutup. Padahal, waktu masih menunjukan pukul 12.00 Wib. Ditunggu hingga pukul 14.30 Wib pun, tak satupun pegawai yang muncul.

Kondisi ini bukan batu terjadi saat ini saja, sebelum muncul kebijakan penerapan kerja dari rumah, alias work from home, kondisi kantor desa juga sudah sering tutup.

Sementara, terkait pekerjaan rabat beton yang lokasinya berada tidak jauh dari lokasi kantor desa, diduga tidak sesuai spesifikasi. Karena tampak dari kondisi pekerjaan yang baru beberapa bulan rampung, sudah tidak mulus layaknya kondisi jalan rabat beton.

Tampak batu – batu krokos bermunculan di lapisan atas jalan. Diduga coran tersebut lebih banyak menggunakan pasir, ketimbang semen. Jadi, ketika musim hujan seperti saat ini, coran tersebut mudah hancur dan mengelupas. (sugi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

69 − 64 =