Enggan Tanggungjawab, PTBM Malah Pindah Lokasi

ilustrasi

Lampung Selatan, BP.id
PT. Batu Makmur (PTBM), perusahaan pengolah batu, yang sempat diprotes warga Dusun Bumiterang, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, tampaknya enggan bertanggungjawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas penggilingan batu yang dilakukannya.

Malahan, PTBM milik pengusaha keturunan Tionghoa, Engkun ini, satu persatu mulai menurunkan alat berat dan mesin penggilingnya dari atas gunung.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan warga, sudah hampir satu bulan tidak terdengar lagi suara mesin penggilingan batu, dan dentuman ledakan dinamit. Hal ini juga dipertanyakan warga kenapa PTBM tidak lagi beraktivitas. Ditambah dengan tidak adanya realisasi dari janji PTBM kepada warga sekitar lokasi pabrik, yang hingga kini tidak kunjung ada.

“Bagaimana dengan janji PTBM yang akan bertanggung jawab pada rumah warga yang retak, serta akan bertanggungjawab atas biaya pengobatan bagi warga yang terkena penyakit ISPA,” ujar salah seorang warga setempat.

“Jangankan akan menepati janji, untuk memberikan ganti rugi pada rumah kami yang retak akibat peledakan dinamit dan beri kompensasi bantuan sembako per triwulan, seperti yang dijanjikan melalui humasnya juga tidak dilaksanakan,” ungkap warga ini.

Masih dikatakan warga ini, terakhir PTBM memberikan bantuan kepada warga Bumiterang sekitar bulan September 2019 lalu. “Dan seharusnya sekitar bulan Desember 2019 lalu, juga harus sudah direalisasikan kembali bantuan itu, tapi hingga bulan Februari 2020 tidak ada lagi kompensasi kepada warga,” jelasnya.

“Kalau sudah begini siapa yang akan bertanggungjawab dengan semua kerugian yang dialami warga, sementara pabrik sudah tidak beraktivitas lagi, alat berat dan mesin penggilingan batu sudah diturunkan semua dari gunung. Sedangkan kemarin pada saat pabrik batu masih beraktivitas, itu PTBM tidak mau bertanggung jawab pada semua kerugian warga,” tutur warga geram.

Sementara, Humas PTBM Suntani Gaos membenarkan PTBM memang sudah tidak beraktivitas lagi. Namun ditanya lebih jauh apa penyebabnya, Suntani mengaku kurang tahu pasti.

“Yang lebih mengetahui adalah pihak manajemen perusahaan,” tandasnya.
Dikatakannya, sudah hampir dua bulan, penggilingan batu sudah tidak beraktivitas, semua alat berat dan mesin penggilingan batu sudah diturunkan dari gunung dan dipindahkan ke lokasi penambangan Batu Sebalang Desa Tarahan, Kecamatan Katibung yang juga milik PT. Batu Makmur,” jelasnya.

“Apakah tutup sementara atau tutup selamanya, saya tidak tahu, semua urusan managemen perusahaan,” kelitnya. (firdaus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 85 = 86