“Dugaan Korupsi” PPTK Disdik Pringsewu Bantah Pengkondisian Proyek

Pringsewu, (Bongkarpost)- Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu membantah adanya tudingan pengondisian rangka baja melalui salah seorang Kepala Sekolah sebagai pengkoordinirnya, pada Sekolah SMP penerima proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBD Kabupaten Pringsewu tahun 2019.

Haiyin, selaku PPTK kegiatan dan selaku Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum’at (24/4), membantah keras tudingan bahwa adanya oknum Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu yang mengondisikan rangka baja terhadap sekolah SMP penerima proyek DAK melalui orang kepercayaan salah seorang Kepala Sekolah SMP yang ada di Kabupaten tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tidak benar itu, gak ada pengondisian rangka baja terhadap sekolah SMP penerima proyek DAK, fitnah itu,” katanya.

Sementara disinggung bahwa rangka baja yang dipasang pada bangunan seperti ruang kelas baru (RKB), rehab ruang laboratorium IPA, dll yang jauh dari standar nasional Indonesia (SNI), Haiyin pun membantahnya.

“Gak akan naik rangka baja itu sebelum diperiksa oleh tim pengawas, apa lagi kalau rangka baja itu gak standar, jadi rangka baja yang dipasang itu standar,” kilah Haiyin.

Sementara diberitakan sebelum nya, Rabu (22/4) adanya Dugaan Korupsi Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) tahun 2019 paket swakelola senilai Rp11.028.000.000,- di Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu mulai menguat. Namun, sebagai Bupati Pringsewu Sujadi Saddat seolah tidak menghiraukan “Tutup Mata” apa yang dilakukan oleh para anak buahnya tersebut.

Berdasarkan narasumber media ini, bahwa ada sekitar 17 paket kegiatan yang diduga menjadi lahan bancakan oleh para Oknum Dinas Pendidikan.

“Segiatan pengelolaan DAK SMP dengan nama paket pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan meubelair pembangunan ruang kelas baru (RKB) Rp417.758.000., kegiatan pengelolaan DAK SMP nama paket rehab toilet Rp261.080.000., kegiatan pengelolaan DAK SMP nama paket rehab ruang guru dan meubelair rehab ruang guru Rp604.650.000.,”

“Kegiatan pengelolaan DAK SMP nama paket rehab ruang perpustakaan dan meubelair rehab ruang perpustakaan Rp604.650.000., kegiatan pengelolaan DAK SMP nama kegiatan rehab ruang laboratorium IPA dan Meubelair Rehab ruang laboratorium IPA Rp454.227.000.” kata sumber yang enggan disebut namanya. Selasa (21/4).

Menurut salah satu pengakuan mantan Kepala SMP, menjelaskan, urusan rangka baja memang sudah dikondisikan, pihak dinas punya orang kepercayaan yang juga salah satu kepala sekolah SMP Negeri di Pringsewu.

“Bukan apa- apa, saya aja dirolling pada saat sekolah yang saya pimpin mendapatkan bantuan,tapi dalam urusan rolling kemarin saya merasa janggal, soalnya saya tidak melakukan kesalahan apapun, kok tiba-tiba saya dirolling, ya saya sebagai bawahan terima apapun itu,” ungkapnya.

Sementara sumber lain dari media ini, kegiatan yang di kerjakan swakelola, seharusnya pihak sekolah yang melaksanakan kegiatan namun ada campur tangan pihak Dinas, seperti urusan rangka baja. Dan akhirnya rangka baja yang diberikan oleh pihak Dinas jauh dari SNI.

Selain itu, sumber juga mengatakan , bahwa pihak salah satu sekolah SMP di Pringsewu yang tidak menggunakan atap rangka baja harus di minta berbohong untuk menutupi ulah yang dilakukan oknum Dinas.

“Ada yang aneh, salah satu SMP Negeri di Pringsewu atapnya tidak memakai rangka baja, kalau pihak sekolah ditanya mau ditingkat. Loh.! artinya pihak sekolah sudah tau pada tahun 2020 akan mendapatkan bantuan lagi, seolah memang APBD yang diperuntukan untuk Dinas Pendidikan Pringsewu tahun ini, sudah dikondiskan jauh sebelumnya,” bebernya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 + = 31