DPRD Waykanan Gelar Sidang Paripurna 4 Raperda

Waykanan, BP.id
DPRD Kabupaten Waykanan menggelar sidang paripurna penyerahan 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yang diserahkan kepada Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya kepada Ketua DPRD setempat, Nikman Karim, di ruang rapat utama DPRD setempat, Kamis (5/3/2020).

Keempat raperda tersebut, adalah tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Waykanan nomor 2 tahun 2009 tentang Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (PT. BPRS Waykanan), Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Waykanan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BPR Syariah Waykanan.

Bacaan Lainnya

Kemudian, Raperda tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PT. Bank Lampung dan Raperda tentang perubahan kedua atas perda No 8 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Waykanan.

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan, Pemerintahan Daerah sebagai salah satu unsur penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia berdasarkan Pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diberikan hak untuk menetapkan Peraturan Daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Peraturan Daerah adalah peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Pemerintah Daerah.

Mengingat peranan Peraturan Daerah yang demikian penting dalam penyelenggaraan otonomi daerah, maka penyusunannya perlu diprogramkan. pembentukan Perda mencakup tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan dan pengundangan yang berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perencanaan penyusunan Perda dilakukan dalam program pembentukan perda yang selanjutnya disebut Propemperda. Properda adalah instrumen perencanaan progam pembentukan perda provinsi dan perda kabupaten/kota yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis

Melalui Propemperda diharapkan pembentukan peraturan daerah dapat terlaksana secara tertib, teratur, tersistematis, tidak tumpang tindih dan memperhatikan skala prioritas dalam pembentukan Peraturan Daerah.

“Seiring berjalannya pelaksanaan kegiatan ada beberapa rancangan Peraturan Daerah yang harus segera dibentuk dikarenakan sebagai tindak lanjut dari ketentuan peraturan perundang-undangan dan hasil kerjasama. Rancangan peraturan daerah tersebut belum masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2020, sehingga perlu dilakukan perubahan atas Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Waykanan Tahun Anggaran 2020,” jelasnya. (robi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =