Diduga Akibat Konsleting, Rumah Ketua RT Ludes Terbakar

foto: agus

Tulangbawang Barat, BP
Nasib naas dialami Edi, Ketua RT 04 Dusun Suka Mulya, Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), pada Selasa (14/8) dini hari. Rumah Edi ludes terbakar, diduga akibat konsleting listrik.

Rumah yang sebagian besar terbuat dari papan dan kayu itu rata dengan tanah hanya dalam hitungan menit, dan tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan.

Bacaan Lainnya

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 02.40 Wib, Selasa dini hari (14/8) itu, dihuni oleh pasangan suami istri Rizki dan Titin. Dari kejadian itu tidak menyisakan sedikit pun barang berharga milik mereka.

Kedua pasangan penghuni rumah mengatakan, mereka mengetahui kebakaran yang melanda rumah yang mereka huni lantaran dari para tetangga yang membangunkan mereka saat sedang tertidur lelap.

Setelah terjaga dari tidur akibat teriakan tetangga, api sudah membesar sehingga barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan.

“Cuma pakaian yang kami pakai ini saja yang selamat, sama dua motor yaitu Honda Revo nomor polisi BE 3644 JG yang sebagian sudah terkena sambaran api dan Yamaha Mio J. Kalau barang berharga seperti emas, buku nikah, ijazah kami berdua, surat tanah, dan barang-barang lainnya tidak bisa diselamatkan,” kata Rizki yang diamini Titin.

Sedangkan Edi, pemilik rumah mengaku, pada saat kejadian ia bersama beberapa warga lainnya melihat api sudah sangat membesar dan menjalar diatas rumah. Melihat kondisi api seperti itu,

mereka meminta bantuan dan juga berupaya memadamkan api. “Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba, tapi memang api sulit dipadamkan,” ucapnya.

Warga menjelaskan, api diduga bersumber dari konsleting arus pendek listrik. Sebab, api terlihat menjalar di atap rumah. “Kayaknya ada kabel yang konslet, mereka (penghuni rumah) masih terlelap tidur. Makanya sembari meminta bantuan saya segera menarik kabel yang menjalur kerumah itu,” terang Edi bersama saksi mata lainnya.

Menurut Edi, rumah miliknya yang berukuran 5×7 meter itu dihuni oleh Rizki dan Titin sudah selama 10 bulan. Kerugian yang dialami belum bisa ditaksir, namun ia berharap bantuan dari pemerintah.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban kami untuk bisa mendirikan kembali rumah ini,” harapnya. (agus/samsuri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 9