Berkilah Ada Kejanggalan, Bidan Listiawati Tolak Pasien Melahirkan

Bidan Listiawati

Lampung Selatan, BP
Jamiyah (35) warga Dusun Catian 1 Desa Karang Raja, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, harus rela melahirkan anaknya di dalam mobil pick up milik tetangganya, lantaran ulah seorang oknum Bidan yang menolak diminta datang ke rumah pasien yang hendak melahirkan.

Jamiyah

Jamiyah terpaksa melahirkan di Jalan Talang Burhan desa setempat, pada Sabtu (16/11/2019), pukul 10 pagi. Padahal 1 jam sebelumnya, Rani anak Jamiyah sudah menelpon Bidan Listiawati, agar bisa datang ke rumah untuk membantu persalinan ibunya (Jamiyah, red)

Bacaan Lainnya

Sayangnya, pada saat ditelpon, Bidan Listiwati mengaku tidak bisa datang karena di rumahnya sedang ada pasien yang mau melahirkan. “Waktu saya telpon ibu bidan, jawab bu bidan tidak bisa datang karena sedang ada pasien yang mau melahirkan, lalu bu bidan minta ibu saya dibawa ke rumahnya saja,” terang Rani kepada Bongkar Post.

Langsung saja, keluarga Jamiyah ditemani tetangga membawanya ke rumah Bidan Listiawati dengan mengendarai mobil pick up. Namun di tengah perjalanan, Jamiyah melahirkan. “Belum sampai di rumah bidan ibu saya sudah melahirkan anak perempuan, akhirnya kesepakatan ibu saya minta dibawa pulang kembali dan tidak jadi ke rumah bu bidan. Di rumah tetangga saya telpon bu bidan ngasih tahu kalau ibu saya sudah melahirkan dan minta ibu bidan datang untuk memberi suntikan, tapi bu bidan tetap tidak mau alasan lagi sibuk,” bebernya

Rina menambahkan, keesokan harinya pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 10 pagi, ia ke rumah Bidan Listiawati dengan tujuan meminta bidan agar bisa ke rumahnya untuk mengecek kesehatan ibunya. “Waktu itu bu bidan jawab tidak bisa karena sibuk sedang ngurus pasien,” ujar Rina menirukan jawaban Bidan Listiawati.

Saat dikonfirmasi, pada Rabu (20/11/2019), Bidan Listiawati yang didampingi suaminya menjelaskan, bahwa benar pada Sabtu (16/11/2019), sekitar jam 09.06 pagi ada yang menelponnya mengatakan mau berobat. Setelah jarak 15 menit kemudian, ada yang teipon kembali dengan nomor yang sama, dan bilang kepada Listiawati kalau ada orang Dusun Catian mau melahirkan dan dirinya diminta datang kesana. “Pada saat itu saya katakan kalau di rumah saya ada pasien yang mau melahirkan sudah dari jam 3 keadaan pasien sudah pecah ketuban, lalu saya sarankan bawa ke rumah saya saja,” katanya.

Dijelaskannya, dengan keadaan pasien yang sudah pecah ketuban, bidan harus selalu standby di tempat tidak bisa ditinggalkan. “Pada saat itu saya sudah menyiapkan tempat dan peralatan dikarenakan keluarga pasien Jamiyah terakhir telpon bilang akan datang ke rumah saya, tapi saya tungguin sampai 1 jam lebih pasien tidak datang, keesokan harinya (minggu) anak pasien datang ke rumah saya minta saya untuk memberikan suntikan pada ibunya,” jelasnya.

Namun pada saat ditelpon oleh keluarga pasien Jamiyah, Listiawati mengaku merasa ada yang janggal. Karena pada telpon pertama bilang kalau mau berobat, lalu 15 menit kemudian telpon lagi dan bilang kalau mau melahirkan. Dari cara keluarga pasien menelpon, Listiawati mengaku merasa dipermainkan. “Saya ini jadi bidan sejak tahun 1996, setahu saya orang yang akan melahirkan biasanya langsung datang, itu bohong, saya paling tidak mau dibohongi apalagi suami saya tidak mengijinkan kalau saya dijemput oleh orang yang tak dikenal,” kilahnya. (firdaus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 − = 22