Bakung Rahayu Realisasikan DD 2019 Guna Pembangunan Infrastruktur Kampung

Tulangbawang, BP
Pemerintah Kampung Bakung Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng realisasikan pembangunan melalui Anggaran Dana Desa tahun anggaran 2019.

Dikatakan Oktori, Kepala Kampung Bakung Rahayu, pihaknya merealisasikan pembangunan lapangan bulu tangkis sebesar Rp25.881.900 tahap II (100%), pembangangunan jalan Telford (onderlag) sepanjang 1.190 M. Dengan anggaran sebesar Rp362.916.000, pembangunan lapangan Volly tahap II (60%) sebesar Rp27.646.700, Dana Kampung (DK),P embangunan gorong-gorong plat 13 unit anggaran dana desa sebesar Rp119.576.600 tahap II (100%) Dana Kampung (DK).

Bacaan Lainnya

“Di tahun 2019, Kampung Bakung Rahayu mengalokasikan pembangunan infrastruktur seperti onderlag, lapangan volley, lapangan bulu tangkis kemudian gorong – gorong, dimana pekerjaan tersebut ada yang telah memasuki tahapan 60 persen dan pencairan tahap ketiga,” terang Oktori.

Dalam pengelolaan dana desa, menurut Oktori sudah sesuai dengan petunjuk tehnik yang telah ditetapkan Kementerian Desa, artinya regulasi dan tahapan sudah sesuai dengan ketentuan.

“Saya bangga terhadap masyarakat Bakung Rahayu yang mampu berperan aktif, baik itu mengawasi dan pelaksanaan pembangunan melalui kucuran dana desa di tahun anggaran 2019 tapa peran serta masyarakat tentunya pelaksanaan pembangunan di Kampung Bakung Rahayu tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan kita semua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Oktori berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulangbawang melalui dinas terkait dapat berperan guna mendorong percepatan pembangunan di kampung Bakung Rahayu, yang tentunya menjadi PR semua pihak.

Dengan digelontorkannya program dana desa melalui program Kementerian Desa, kampung sudah dapat menikmati dari arti pemerataan pembangunan atau infrastruktur, namun di sisi pemerintah daerah juga harus mampu juga menghidupkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui program pemerintah daerah.

Oktori berjanji, di masa baktinya yang ke dua ini akan berupaya semaksimal mungkin mengejar ketertinggalan dengan kampung – kampung lain sehingga masyarakat, baik itu pembangunan dan perekonomian dapat berdaya saing.

“Hal ini tentunya bukan sekedar ucapan belaka tapi peran serta masyarakat serta pemerintah menjadi langkah utama demi tercapainya tujuan pembangunan tersebut,” tutup Oktori. (riswan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

71 − 64 =